INDOEKSPRES.ONLINE. (KOTA TASIK) - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya Hj Ety Atiah membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kesatuan Gerak PKK Tingkat Kota Tasikmalaya yang bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Pemkot Tasikmalaya, Senin (21/10/19).
Dalam kesempatan itu turut hadir Wakil Ketua Tim penggerak PKK, Kepala dinas DPPKB3KIA, para pengurus Tim penggerak PKK Kota Tasikmalaya serta para Kader PKK se-Kota Tasikmalaya.
Dalam sambutannya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya Hj.Ety Atiah mengatakan. Sebagai kader di kewilayahan, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) harus mampu meningkatkan peran dan fungsinya. Lantaran, para kader PKK diyakini mampu memberdayakan dan mensejahterakan keluarga. "PKK harus mampu bersinergi dan aktif hingga lini bawah. Strateginya adalah meningkatkan persatuan, kesatuan serta jiwa kebersamaan seluruh pengurus TP PKK dan kadernya,"ucapanya.
Lanjut Hj Ety Atiah, dengan adanya giat gelar membaca di kota Tasikmalaya sangat mengapresiasi sekali. Karena dilihat dulu dengan sekarang, itu jauh sekali perbedaannya karena dulu anak-anak senang dengan membaca, kalau sekarang karena dengan adanya Hp jadi nggak pernah membaca karena segala macam ada di handphone, dari itulah kita harus mensosialisasikannya ke masyarakat agar anak anak kembali lagi gemar membaca, untuk itu meminta kepada seluruh kader PKK agar bisa mensosialisasikannya ke masyarakat,"katanya.
Berharap minat baca anak semakin meningkat. Melalui gerakan itu pula, diharapkan dapat terwujud pembiasaan baik yang mendorong peningkatan minat baca anak."Gerakan ini juga menambah ikatan emosional anak dan orang tua.
Sementara Noneng Rosmiati mengatakan dengan adanya gelar membaca di Kota Tasikmalaya, kita masih harus banyak berbenah karena kita belum maksimal karena kita masih melakukan sebuah penelitian, untuk itu mulai sosialisasikan nya dari lingkungan keluarga masing-masing untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya dengan minat baca anak yang tinggi, kita awali dari literasi keluarga jadi Awali dari lingkungan keluarga masing-masing,"ujarnya.
Rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia khususnya anak-anak disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor utama ialah lingkungan keluarga. Seseorang anak mustahil memiliki kegemaran membaca apabila di lingkungan keluarganya saja tak pernah membiasakan budaya membaca. Oleh karena itu, sangat penting peran orang tua dalam membimbing anaknya untuk rajin membaca,"kata Noneng.
Jurnalis : Ariyanto
Editor : Andi
