Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wakil Walikota Tasik Melaksanakan Monev di Tiga Titik Diwilayah Kec.Tamansari

Kamis, 07 November 2019 | November 07, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2019-11-07T13:21:10Z

INDOEKSPRES.ONLINE. (KOTA TASIK) - Wakil Walikota Tasikmalaya Drs H.M Yusuf, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev)  pengendalian program pembangunan Tahun Anggaran 2019 di Wilayah Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Kamis (07/1119).

Dalam kesempatan itu turut hadir unsur dinas terkait, para lurah se-Kec.Tamansari. Monev yang dilaksanakan di 3 titik di wilayah Kec Tamansari, di antara nya, pembangunan di SMPN 15 dengan rehabilitasi sebanyak 3 buah ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotannya dengan, pembangunan Puskesmas Induk Tamansari, dan pembangunan IPAL Kombinasi MCK Pesantren Daarul Ulum yang beralamat di Legok Ringit Kelurahan Setiawargi.

Untuk rehabilitasi 3 ruang kelas dilaksanakan oleh Swakelola (Panitia Pembangunan dari Sekolah, Jumlah dana bantuan sebesar Rp 327.750.000,-, untuk pembangunan Puskesmas Induk Tamansari sumber dana berasal dari DAK Reguler dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.962.000.000,- dan untuk pembangunan IPAL Kombinasi MCK Daarul Ulun sumber dana nya dari DAK Penugasan dengan nilai Rp 387.700.000,-.

Wakil Walikota Tasikmalaya Drs H.M Yusuf mengatakan hasil monitoring dan evaluasi kali ini dimana ada koreksian yang didapat di lapangan akan disampaikan kepada Walikota Tasikmalaya selaku eksekutor.

"Yang berkaitan dengan Puskesmas Tamansari itu saya coba korek kronologis nya kenapa sampai bisa disegel. Rupanya yang belum diurus persyaratannya itu UKL UPL. Sekarang kewajiban pembangunan Pemerintah pun harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Memang ini suatu kelemahan yang perlu dilakukan perbaikan kedepannya. Dari tahun kemarin pihak kami sudah menggenjot para Dinas masalah IMB. Bangunan Puskesmas  Tamansari ini kan rehabilitasi total. Memang daftar untuk membuat IMB sudah sejak bulan Maret, karena ada beberapa persyaratan, tim IMB menunggu dikirimnya persyaratan itu, sepertinya terbengkalai, tapi ini sedang dalam proses. Karena gambar rencana awalnya kan sudah masuk," jelasnya.

Jurnalis : Ariyanto
Penulis  : Andi
×
Berita Terbaru Update