Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Diduga Sejumlah Hotel di Kota Cilegon di Jadikan Tempat Esek-Esek

Kamis, 19 Desember 2019 | Desember 19, 2019 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T16:29:14Z

INDOEKSPRES.ONLINE.(CILEGON) – Meski Kota Cilegon sering disebut sebagai Kota Santri terlihat kontra dengan pemandangan sejumlah tempat hiburan malam yang berderet mulai dari kawasan Lingkar Selatan, Pusat Kota, kawasan Anyer-Ciwandan, hingga di kawasan ujung Pulau Jawa (Merak). Kamis (19/12/19)

Keberadaan hotel secara tidak langsung juga menjadi penunjang menjamurnya bisnis ‘esek-esek’ di Kota Cilegon. Untuk mereka yang nangkring di dunia maya, sering kali muncul di beberapa aplikasi online dengan menyematkan status Open BO.

Saat dikonfirmasi melalui medsos sebut saja (Bunga) yang menawarkan dirinya untuk melakukan hubungan badan dengan tarif yang sudah ditentukan dan langsung menunjukan hotel yang biasa ia lakukan untuk bisnis prostitusinya

"Hotel Jl. Akses Tol Cilegon Timur No. 21 Kedaleman Kecamatan Cibeber Kota Cilegon. 1x main 500, 2x main 800, 3x main 1jt," singkatnya

Hal tersebut untuk memudahkan para pencari kehangatan agar lebih mudah mengatur jadwal pertemuan atau lebih dikenal dengan istilah COD.

Saat fokuspriangan menginvestigasi lokasi yang sudah di janjikan di salah satu hotel di Jl. Akses Tol Cilegon Timur No. 21 Kedaleman  Kec, Cibeber Kota Cilegon dan menemui wanita yang sudah menjadi bookingan

"Iya mas kalo kita sering standby disini, biasanya sih satu malam dapet 3-2 tamu. Dan kami juga kalo dapat tamu dari aplikasi medsos kadang juga ada yang udah tau (langganan)," ucapnya.

Fenomena prostitusi online melalui aplikasi Michat tersebut terkuak setelah investigasi fokuspriangan di beberapa hotel yang berada di kawasan Kota Cilegon

Penelusuran membawa kami bertemu dengan salah seorang ladies disebuah hotel di Jl. Akses Tol Cilegon Timur No. 21, Kedaleman Kecamatan Cibeber Kota Cilegon. Tak tanggung-tanggung harga yang ditawarkan, berkisar mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1juta untuk sekali kencan.

Harusnya ini menjadi tugas pemerintah agar bisnis esek-esek tidak terus merajalela di Pusat Kota dan perlu pengawasan ekstra terhadap anak sekolah yang sudah berani dan terjerumus dalam pergaulan bebas.

Menanggapi hal tersebut, salah satu masyarakat Kota Cilegon Mas Mulyana Saat fokuspriangan menginformasi melalui telpn seluler mengungkapkan.

"Sepakat ini harus di tertibkan jangan sampai ini menjadi penyakit masyarakat yang mengaggu, karena bagaimanapun Cilegon ini suka tidak suka indentik di sebut Kota Santri. Para alim ulama para kesepuhan harus bahu membahu dengan penegak aturan perda baik satpol pp, pemerintahan Kota Cilegon maupun kepolisian bagaimana caranya Kota Cilegon kembali menjadi Kota Santri, karena ini menyangkut anak cucu kita kedepan jika Kota Cilegon masih saja banyaknya bisnis prostitusi apalagi sekarang banyak juga para pelajar yang keluar masuk tempat hiburan malam," tegasnya Mas Mulyana.

Jurnalis : Aan.SGT
×
Berita Terbaru Update