SUKABUMI. LINIMASA.ONLINE - Warga Kampung Pasirbanteng digegerkan dengan ditemukan Sumardi (28) warga Kampung Pasirbanteng, Desa Cijurai, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, yang tewas akibat gantung diri ( gandir ) di rumahnya, Sabtu (17/07/21).
Berdasarkan informasi yang diperoleh menyebutkan, penyebab kematian Sumardi diduga akibat kesal chat yang dikirim via aplikasi whatsApp kepada istrinya yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi tak kunjung dibalas.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui berawal saat Arif yang merupakan penjual asongan melihat kedua anak Sumardi tengah menangis histeris sekitar pukul 14.30 WIB.
Tidak berpikir lama, Arif pun bergegas menghampirinya. Namun, sesaat di dalam rumah ia pun dibuat kaget lantaran melihat Ayah mereka sudah tergantung di pintu flapon dapur dengan menggunakan tali tambang kecil berwarna biru merah. “Dari sana saya langsung berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga dan agar melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian setempat,” kata aruf singkat Arif.
Sementara itu, Camat Gegerbitung, Yanti Budiningsih membenarkan akan peristiwa tersebut dan langsung mendatangi lokasi kejadian. “Ya betul, kita bersama aparat Kepolisian dan Babinsa Koramil langsung mendatangi lokasi dan membawa korban untuk diperiksa lebih lanjut,” ucap Yanti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengecekan korban di Puskesmas Gegerbitung, tidak ditemukan adanya kekerasan. Dan menunjukan lidah korban yang menjulur, air liur menetes, kedua belah tangan mengepal serta keluar air mani dari kemaluannya. “Adapun penyebab kematiannya, dari hasil pemeriksaan aparat Kepolisian dan melakukan pengecekan handpone milik korban, bahwa chat whtsApp yang dikirimkan kepada istrinya yang sedang bekerja di Arab Saudi tidak pernah dibalas. Dan kalau dibalas pun lama seolah-olah Istrinya kurang merespon,” tandas Yanti.
Kapolsek Gegerbitung, Iptu Erman, SH ketika dikomfirmasi melalui pesan What up, Minggu (18/7/21), membenarkàn kejadian itu. "Diduga ada masalah keluarga sehingga korban mengakhiri hidup dengab cara gantung diri," kata Erman singkat. ( Rusdi )
