Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gelar Diskusi Terkait Pemagaran Lahan KS, Warga Minta Diberi Solusi

Kamis, 09 Juni 2022 | Juni 09, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T16:30:08Z


CILEGON, JurnalBanten - Kelompok masyarakat gelar diskusi terkait dengan pemagaran lahan PT Krakatau Steel (KS) sepanjang Jalan Raya Anyar mulai dari pabrik Krakatau Wajatama hingga Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kamis (9/6/2022).

Pemagaran lahan aset milik PT KS tersebut belakangan diketahui memicu berbagai polemik di masyarakat, diantaranya diduga menyerobot lahan milik warga, hingga menggusur usaha warga di Pasar Singgah Krenceng, Kecamatan Citangkil.

Menyikapi hal tersebut, perwakilan masyarakat Krenceng Mastur meminta agar PT KS dapat lebih bijak menyikapi polemik yang saat ini terjadi di masyarakat Cilegon dengan adanya pemagaran lahan tersebut.

Karena, lanjut Mastur, selain menimbulkan polemik di masyarakat, akibat adanya pemagaran lahan yang dilakukan oleh PT KS tersebut juga menyebabkan kemacetan lantaran sempadan bangunan yang terlalu dekat dengan jalan.

"Seharusnya Krakatau Steel itu ikut membangun juga, jangan sampai sempadan jalan itu jadi semakin menyempit, sehingga dampaknya bikin macet," kata Mastur.

Mastur juga menyampaikan, selain sempadan jalan dan bangunan yang memuat jalan sempit, pemagaran tersebut juga mengakibatkan banjir, karena saat hujan air meluar kembali ke pemukiman warga.

Selain itu, Mastur juga memohon kepada pihak manajemen PT KS, untuk tidak melakukan pemagaran di Pasar Singgah Krenceng, Kecamatan Citangkil, lantaran banyak warga yang mengais rejeki dari berjualan di tempat tersebut.

"Saya sebagai masyarakat, memohon mudah-mudahan permasalahan ini bisa direspon. Mudah-mudahan jangan sampai di pagar. Saya menghargai proses yang dilakukan KS, tapi saya mohon, pemagaran tidak terlalu mepet jalan. Kalau bisa, untuk warga yang tengah melakukan kegiatan usaha di Pasar Singgah Krenceng diberikan solusi oleh KS," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gappura Banten Husen Saidan mengatakan, pihaknya akan selalu memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat, terkait dengan pemagaran lahan milik PT KS tersebut.

Namun demikian, Tokoh Masyarakat Cilegon itu menyampaikan, pemagaran lahan milik PT KS dalam mengamankan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, tidak dapat diberhentikan atau dihalangi begitu saja.

"Apa yang diinginkan masyarakat kita perjuangkan, terkait banjir kita sampaikan dan ini akan kita perjuangkan juga. Tapi perlu diingat, tidak menghalangi pemagaran KS," kata Husen.

Terkait dengan warga khususnya yang tengah berjualan di Pasar Singgah Krenceng, Husen juga mengatakan akan memperjuangkan dan mengkomunikasikan hal tersebut dengan pihak PT KS agar ada solusi.

"Jadi yang berjualan juga bisa secara legal menempati.  Sedangkan terkait dengan warga yang merasa lahannya dilalui pemagaran dan belum diberi ganti rugi, silahkan bawa dokumennya, yang penting lengkap datanya, benar dan valid, saya akan bawa dan ajak diskusi dengan pihak Krakatau Steel agar permasalahan ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Husen mengingatkan, masyarakat harus bersama-sama mendukung BUMN Baja tersebut dalam mengamankan aset negara yang juga merupakan milik masyarakat.

"Intinya, kita perjuangkan agar bagaimana masyarakat tidak dirugikan, KS juga tetap berjalan," tuturnya.

Sementara itu, mantan Anggota DPRD Cilegon periode 2009-2014, Rebudin mengatakan, masyarakat harus tetap menjaga kondusifitas di tengah polemik yang muncul akibat adanya pemagaran lahan aset PT KS tersebut.

Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat tidak tersulut dengan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya dan selalu mengedepankan diskusi dalam menyelesaikan persoalan.

"Kita jangan mudah menerima informasi yang mengatasnamakan perjuangan masyarakat, harus benar-benar bisa kita saring. Dan harus dikedepankan juga diskusi dengan pihak-pihak terkait agar ada win solution (solusi terbaik)," tandasnya (red)

×
Berita Terbaru Update