Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tim FokusPriangan Peduli Gempa Cianjur Menyalurkan Bantuan Jilid 3 Kali Ini ke Lokasi Pengungsian Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu

Sabtu, 26 November 2022 | November 26, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-26T23:44:42Z


Reporter: Rusdi

CIANJUR. JURNALBANTEN.ONLINE - Korban gempa Cianjur terdampar di sejumlah titik tempat pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan di Kacamatan di wilayah Kabupaten Cianjur.

Tim Peduli Gempa Cianjur FokusPriangan menyisir sejumlah tempat-tempat pengungsian yang belum menerima bantuan dari para relawan. Pada Sabtu (26/11/22) malam, tim mendatangi tempat pengungsian di lapangan Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu, yang dikelola oleh perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Salah seorang relawan Kementerian Sosial, Eko Gunawan yang ditemui FokusPriangan menuturkan, kalau pengungsi yang mengungsi disini berasal dari Kampung Pameungpeuk Desa Cijedil Kecamatan Cugeunag, yang merupakan wilayah terparah yang terdampak gempa, pada Senin 21 November 2022 lalu. "Ada sekitar 34 orang pengungsi yang berasal dari Kampung Pameungpeuk Desa Cijedil Kecamatan Cugeunang yang ditampung dipengungsian di lapang Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur," ujar Eko.

Dikatannya, warga Cugeunang yang mengungsi kesini, lantaran mereka mempunyai saudara di Desa Selajambe. "Para pengungsi sengaja mencari tempat yang nyaman, jauh dari lokasi gempa di Cugeunang," terang Eko.

Pihak kemensos RI menurutnya, sengaja mendirikan tempat-tempat pengungsian ditiap-tiap desa tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur.

"Salah satunya di Desa Selajambe, fasilitas yang disediakan ada sekita 4 tenda, kamar mandi umum, dan makan tiga kali sehari," ujarnya.

Sementara untuk dapur umumnya, ucap Eko, disiapkan oleh pihak Desa Selajambe, didirikan disamping kantor desa yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pengungsian. "Warga Selajambe sangat perhatian kepada para pengungsi, warga sering memberikan makanan untuk pengungsi,"katanya.

Pihaknya, aku Eko, untuk menghilangkan rasa trauma yang menghantui para  pengungsi, memberikan trauma healing kepada pengungsi.

Ketika ditanya seberapa lama tempat pengungsian didirikan, Eko mengaku tidak tahu seberapa lamanya. "Tergantung dari permintaan Pemerintah Daerah, soal berapa lamanya, selama dirasa nasih diperlukan, maka akan terus," tandasnya.

Dirinya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Tim FokusPriangan, yang memberikan bantuan kepada para pengungsi disini.

Sementara itu, Wada salah seorang pengungsi kepada FokusPriangan mengatakan kalau mengungsi ditempat pengungsian di Desa Selajambe sangat nyaman. "Disini kami tidak deg degan dengan getaran gempa susulan yang masih sering terjadi, makan pun diberikan teratur, tempatnya pun bersih," tutur Wada.

Wada mengaku aktivitas sehari-harinya sebelum gempa mengguncang kampungnha adalah tukan ojeg. "Rumah saya hancur rata dengan tanah, sepeda motor saya juga tertimbun matrial gempa, setelah ini apakah saya berharap pemerintah membangun kembali rumah-rumah kami," terangnya.

Wada mengucapkan terimakasih atas kedatangan Tim FokusPriangan yang telah memberikan bantuan. "Terimakasih banyak atas bantuan FokusPriangan kepada kami, semoga kebaikan para tim FokusPriangan ini dibalas oleh Allah SWT," tandas Wada.

×
Berita Terbaru Update